Diary #2 TERKEJUT

Utazu, Jepang (pukul 21.43 JST)

12 September 2019, cerah.

Sepenggal cerita dari 24 jam. Semoga ada hikmah yang dapat dipetik bersama.

Terkejut menurutku adalah bahasa lain dari ketidaksiapan kita menerima sesuatu.
Hari ini aku dikejutkan oleh hal-hal kecil yang sebenarnya sudah ada dalam daftar kejadian yang akan terjadi pada kita atas izin sang Pecipta. Masya Allah. Karena tidak ada yang namanya kebetulan. Semuanya terjadi mengikuti rencanaNya. Indah sekali.
Dari pagi, berniat hanya ingin masak tahu goreng untuk bekal dinas malam ini. Saat sedang memasak, pintu kamar yang lain terbuka. Terkejut karena ku kira teman-teman ku masuk shift pagi. Ternyata tidak. Beruntung karena dia belum mempersiapkan bekalnya, maka aku berbagi dengannya. Alhamdulillah masih diberi kesempatan berbagi.
Sekitar pukul 13.00, melalui line, kudapatkan pesan yang memang kutunggu kedatangannya. Terkejut, karena tiba lebih cepat dari perkiraan. Kabar baik, alhamdulillah. Baiknya rencana Allah pada rasa keterkejutan ini.
Sejak 2 minggu yang lalu pemberitahuan bahwa akan ada pengecekan listrik berkala maka akan ada pemadam listrik selama dua dari jam 14.00- 16-00. Pukul 15.00 saat akan bersiap untuk berangkat dinas malam, kuhidupkan lampu kamar mandi untuk cuci muka. Terkejut lagi. Karena lapu masih menyala, saat kuputar keran air. Mati. Hmm.. apakah terjadi pertukaran pengecekan? Masih berharap seperti itu. Hingga tiba didepan elevator. Ternyata tetaplah pengecekan listrik berkala sehingga elevatornya mati dan harus menggunakan tangga. Baiklah. Ku ingat sebuah hadist Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhumma berkata ” Nabi SAW dan seluruh pasukannya apabila mendaki lereng bukit mereka pun bertakbir. Manakala melalui jalan menurun mereka bertasbih (HR. Abu Dawud no. 2599). Masya Allah. Sambil menuruni anak tangga sembari ku ucapkan “Subhanallah” karena aku juga sedang turun dari ketinggian walau bukan bukit.
Lagi. Saat sudah mulai dinas malam. Saat mata mulai lelah, tubuh mulai meminta haknya untuk istirahat. Dari sudut gelap ruangan, ada sesuatu yang bergerak cepat, memperlihatkan wajah pucat. Seketik mata menjadi lebih tajam, nadi berdenyut lebih cepat. Apakah itu? Terkejut. Ternyata dia adalah pasien dengan wajah putih pucatnya yang hendak ke kamar kecil. Sembari menyapa ia bilang “meshi mada ka?” (Sarapan belum datangkan?). Masya Allah. Allah bangun diri ini karena ada tanggung jawab yang harus dijaga malam ini. Baiknya Sang Pencipta.

Sekian.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: